Ini makam Mbah Putri alias Nyi Wongsosumarto.
Senin, 10 November 2008
Libur Lebaran 2005 di Ceper, Klaten
Sisa-sisa foto pas libur lebaran thn 2005 di Ceper Klaten.

Ada selebriti di antara keluarga kita: Johan Petir.
Duh... damai dan segarnya suasana desa kita ....
Cucu dan cicit Mbah Wongso berpose di sawah orang.
Makan di pintu pendopo. Ora ilok lho Cah Ayu....

Eyang Carik, Eyang Sri, dan Eyang Siti asyik chatting... hi...hi....
Om Roso waktu itu masih sugeng, cuma sudah kurang bisa komunikasi dengan orang di sekitarnya.
Ada selebriti di antara keluarga kita: Johan Petir.
Eyang Carik, Eyang Sri, dan Eyang Siti asyik chatting... hi...hi....
Wongso Sumarto Family Gathering 2005 di Sragen
Pas lihat-lihat foto di PC kantor kok nemu foto-foto pertemuan keluarga besar di Sragen tahun 2005. Acara ini diselenggarakan di rumah keluarga Eyang Carik alias Eyang Sastro Hardjono tanggal 6 Noovember 2005.



Label:
2005,
Gathering,
Sragen,
Wongso Sumarto
Sabtu, 11 Oktober 2008
Wongsosumartan@Malang
Senin, 06 Oktober 2008
Wongsosumartan Family Gathering 2008 Report
Akhirnya, setelah 3 tahun ngumpul lagi para anak-cucu-cicit dari Kiai dan Nyai Wongsosumarto asal Topeng, Ceper Klaten. Tuan rumah acara tahun ini adalah keluarga Pakde Rijadi Sarojo di Jl Simpang Bogor no 10 Malang. Kumpulan diadakan pada hari Jumat, 3 Oktober 2008 11.00-16.00.
Syukur kepada Gusti Allah, lengkaplah keluarga semua anak-anak Mbah Wongso menghadiri acara ini. Anak Wongso yang tersisa ya cuma Ibuku yang tercinta Sri Klumpuk alias Sri Palupi Djahnawi Soeroto, yang karena ijin Tuhan bisa hadir walaupun harus menempuh jarak ratusan kilometer dari Jakarta, Bude Siti Wahyuni Soedarman yang berkenan hadir dari Madiun, Bude Sumiati Sarojo, sang nyonya rumah yang telah rela melayani, dan Bulik Siti Soeroso yang hadir sebagai single (again he... he...). Lengkaplah kehadiran empat janda perkasa, ya iyalah karena mereka telah membuktikan bahwa para ibu sesungguhnya memang perkasa.
Cerita disambung lagi nanti yah....
Syukur kepada Gusti Allah, lengkaplah keluarga semua anak-anak Mbah Wongso menghadiri acara ini. Anak Wongso yang tersisa ya cuma Ibuku yang tercinta Sri Klumpuk alias Sri Palupi Djahnawi Soeroto, yang karena ijin Tuhan bisa hadir walaupun harus menempuh jarak ratusan kilometer dari Jakarta, Bude Siti Wahyuni Soedarman yang berkenan hadir dari Madiun, Bude Sumiati Sarojo, sang nyonya rumah yang telah rela melayani, dan Bulik Siti Soeroso yang hadir sebagai single (again he... he...). Lengkaplah kehadiran empat janda perkasa, ya iyalah karena mereka telah membuktikan bahwa para ibu sesungguhnya memang perkasa.
Cerita disambung lagi nanti yah....
Langganan:
Komentar (Atom)





